Faktor Kejadian Stunting Pada Balita Di Puskesmas Larompong Selatan
Keywords:
BBLR, Balita, Panjang Badan Lahir, Sanitasi Lingkungan, StuntingAbstract
Stunting merupakan masalah gizi kronis yang dapat menghambat pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan produktivitas anak di masa depan. Panjang badan lahir, riwayat berat badan lahir rendah (BBLR), dan sanitasi lingkungan diduga berhubungan dengan kejadian stunting pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan panjang badan lahir, riwayat BBLR, dan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Larompong Selatan tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 43 balita yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner serta pengukuran panjang atau tinggi badan balita. Analisis bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact Test dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Sebanyak 33 balita (76,7%) mengalami stunting. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan antara panjang badan lahir dengan kejadian stunting (p=0,008), riwayat BBLR dengan kejadian stunting (p=0,004), serta sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting (p=0,001). Panjang badan lahir, riwayat BBLR, dan sanitasi lingkungan berhubungan signifikan dengan kejadian stunting pada balita. Puskesmas perlu memperkuat edukasi gizi ibu hamil, pemantauan pertumbuhan balita, pencegahan BBLR, serta perbaikan higiene dan sanitasi lingkungan
References
Jurnal
Abidin, S. W., Haniarti, & Sari, R. W. (2021). Hubungan sanitasi lingkungan dan riwayat infeksi dengan kejadian stunting di Kota Pare-Pare. Jurnal Arsip Kesehatan Masyarakat (Arkesmas).
Afian, D. H., Anam, M. S., Himawan, A. B., & Suswihardhyono, A. N. R. (2021). Faktor yang berhubungan dengan kenaikan berat badan bayi berat lahir rendah. Sari Pediatri, 23(2).
Akbar, F., Hamsa, I. B. A., Darmiati, Hermawan, A., & Muhajir, A. M. (2021). Strategi menurunkan prevalensi gizi kurang pada balita. Dalam Syamsidar (Ed.). Deepublish.
Andini, V., et al. (2020). Hubungan panjang badan lahir, berat badan lahir dan pemberian ASI eksklusif terhadap kejadian stunting pada baduta usia 7-24 bulan di Desa Wonorejo Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 12(27), 51.
Asrulla, et al. (2023). Populasi dan sampling kuantitatif, serta pemilihan informan kunci kualitatif dalam pendekatan praktis. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(3), 26322.
Baskara. (2024). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 0-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Simpang Pandan tahun 2022. Skripsi. Poltekkes Kemenkes Denpasar.
Dewi, I., & Sumi, S. (2023). Eksplorasi adaptasi ibu dalam upaya pengentasan stunting. Journal of Telenursing, 5(1), 154.
Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu. (2024). Stunting Kabupaten Luwu.
Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan. (2020). Laporan kinerja Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2020. Diperoleh dari https://ppid.sulselprov.go.id/uploads/20220914164812_dinkesLKJ_2020_DINKES_SULSEL.pdf
Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian. (2024). Profil daerah Kabupaten Luwu.
Ferinawati, & Sari, S. (2020). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR di wilayah kerja Puskesmas Jeumpa Kabupaten Bireuen. Journal of Healthcare Technology and Medicine, 6(1), 353-363.
Hadur, F., et al. (2025). Strategi dalam penyediaan air bersih dan sanitasi layak di Desa Labuan Bajo Kecamatan Komodo Kabupaten Manggarai Barat. Jurnal Hukum, Administrasi Negara, dan Kebijakan Publik, 2(1), 2.
Hamal, D. K., Nursyarofah, N., & Qualifa, A. (2021). Jenis kelamin dan panjang badan lahir sebagai faktor kejadian stunting di Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat tahun 2021. Arkesmas, 6, 1-7.
Hidayati, N. (2021). Berat badan dan panjang badan lahir meningkatkan kejadian stunting. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 14(1), 9.
Hutahaean, N., et al. (2025). Faktor-faktor yang mempengaruhi stunting pada balita di Desa Bangun Rejo Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara tahun 2025. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan, 4(1), 377.
Irmi, S. K. (2020). Hubungan karakteristik keluarga dan pola asuh ibu dengan kejadian stunting pada balita di Desa Perlis. Universitas Sumatera Utara.
Kamilah, D. D., & Ningrum, W. M. (2020). Pertumbuhan anak umur 6-24 bulan dengan riwayat bayi berat lahir rendah. Journal of Midwifery and Public Health, 2(1), 2.
Kementerian Kesehatan RI. (2020). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020 tentang standar antropometri anak. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan RI. (2021). Profil kesehatan Indonesia tahun 2020. Diperoleh dari https://pusdatin.kemkes.go.id/resources/download/pusdatin/profil-kesehatan-indonesia/Profil-Kesehatan-Indonesia-Tahun-2020.pdf
Kementerian Kesehatan RI. (2022). Buku saku hasil studi status gizi tahun 2022. Diperoleh dari https://kesmas.kemkes.go.id/assets/uploads/contents/attachments/09fb5b8ccfdf088080f2521ff0b4374f.pdf
Kementerian Kesehatan RI. (2022). Pedoman pelaksanaan stimulasi deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang anak di tingkat pelayanan kesehatan dasar. Diperoleh dari https://pkmsenaken.paserkab.go.id/pocontent/uploads/buku_pedoman_sdidtk_revisi_28032022_2.pdf
Kemenko PMK. (2024). Kemenko PMK perkuat sinergi kebijakan percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem di wilayah Nusa Tenggara Timur. Diperoleh dari https://www.kemenkopmk.go.id/kemenko-pmk-perkuat-sinergi-kebijakan-percepatan-penghapusan-kemiskinan-ekstrem-di-wilayah-nusa
Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/51/2022 tentang standar alat antropometri dan alat deteksi dini perkembangan anak.
Kiik, S. M., Nuwa, M. S., Betan, Y., & Riti, I. F. (2022). Improving nursing student self-confidence and competence through integrated public health care training. Kontakt, 24(1), 43-47. https://doi.org/10.32725/kont.2022.003
Limuris, C. F. (2021). Hak rakyat atas air bersih sebagai derivasi hak asasi manusia dalam Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia. Jentera, 4(2), 515-517.
Lukman, T. N. E., et al. (2021). Birth weight and length associated with stunting among children under-five in Indonesia. Jurnal Gizi Pangan, 16(Suppl. 1), 99-108.
Nabila. (2022). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 0-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Simpang Pandan tahun 2022. Skripsi. Universitas Jambi.
Nirmalasari, N. O. (2020). Stunting pada anak: Penyebab dan faktor risiko stunting di Indonesia. Qawwam: Journal for Gender Mainstreaming, 14(1), 19-28. https://doi.org/10.20414/Qawwam.v14i1.2372
Novitasari, A., Hutami, M. S., & Pristya, T. Y. R. (2020). Pencegahan dan pengendalian BBLR di Indonesia: Systematic review. Pencegahan dan Pengendalian BBLR di Indonesia, 2(3), 175-182.
Pamungkas, D. S., Fadillah, N. A. Z., Julia, A., & Ferbianty, D. (2022). Strategi peningkatan kualitas sanitasi layak bagi rumah tangga di Kecamatan Sukajadi Kota Bandung. Jurnal Planologi, 19(1), 37. https://doi.org/10.30659/jpsa.v19i1.19211
Pebrianti, I. (2022). Faktor-faktor yang mempengaruhi stunting pada balita di masa pandemi Covid-19: Literatur review. Skripsi. Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.
Putra, F., et al. (2025). Hubungan berat badan lahir, panjang badan lahir, dan riwayat imunisasi dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kopang. Malahayati Health Student Journal, 5(7), 3094.
Rahmawati, E. (2020). Hubungan panjang badan lahir dengan kejadian stunting pada anak balita usia 0-59 bulan di Kabupaten Jombang. Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum, 9(2), 46.
Riska, N., Rusilanti, Latifah, M., & Istiany, A. (2023). Gizi tumbuh kembang anak. Bumi Medika.
Rohmah, A., et al. (2024). Analisis panjang badan lahir dan berat badan lahir terhadap wasting pada baduta di Kota Surabaya. Media Gizi Kesmas, 13(2), 750-756.
Rusliani, et al. (2022). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita. Jurnal Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Respati, 1(1), 32-40.
Satyaningsih, E. (2022). Hubungan berat bayi lahir rendah (BBLR) dengan kejadian stunting pada balita usia 12-59 bulan di UPT Puskesmas Sruwohrejo Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah. Skripsi. Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
Setiawan, A., Rahmawati, R., & Juniar, A. (2019). Praktik manajemen pengetahuan dan kinerja organisasi.
Sihombing, G. P. (2023). Sanitasi lingkungan rumah balita stunting di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo Metro Utara tahun 2023. Skripsi. Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang.
Sugiartini. (2020). Hubungan riwayat BBL, panjang badan lahir, ASI eksklusif, dan pola MP-ASI dengan kejadian stunting di wilayah UPTD Puskesmas III Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Utara. Skripsi. Poltekkes Kemenkes Denpasar.
Syuhadah, N., Ibrahim, M., & Mannu, A. (2025). Peran pemerintah daerah terhadap pengelolaan sampah. Arus: Jurnal Sosial dan Humaniora, 5(2), 2012-2020.
Wahdani, et al. (2022). Hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting pada baduta di Kabupaten Majene. Jurnal Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Sulawesi Barat, 13(2).
Wahid, K. (2020). Analisis WASH (Water, Sanitation, and Hygiene) terhadap kejadian stunting pada baduta di Kabupaten Mamuju. Tesis. Universitas Hasanuddin.
Wahyuni, D., & Fitrayuna, R. (2020). Pengaruh sosial ekonomi dengan kejadian stunting di Desa Kulau Tambang Kampar. Prepotif, 4(1).
Yuwanti, Y., Mulyaningrum, F. M., & Susanti, M. M. (2021). Faktor-faktor yang mempengaruhi stunting pada balita di Kabupaten Grobogan. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama, 10(1), 74. https://doi.org/10.31596/jcu.v10i1.704
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Fitriani Abdal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.








